Sejarah Baru, Tantangan Baru

MOTOGP selalu menjanjikan kejutan sekaligus tantangan yang sulit diprediksi, terlebih tahun ini dengan kehadiran pembalap rookie yang siap meramaikan persaingan untuk menambah tantangan bagi para pembalap senior yang akan semakin repot.

Musim lomba MotoGP 2008 akan dibuka di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (9/3). MotoGP bukan hanya menjanjikan persaingan yang semakin ketat dengan kehadiran para rookie alumni GP 250 cc musim lalu, juga mencatat sejarah baru karena akan dimulai dengan lomba MotoGP malam hari pertama kali di Qatar.

Hasilnya sulit diprediksi karena lomba MotoGP malam hari belum pernah digelar. Namun, dari peta kekuatan, juara dunia Casey Stoner (tim Ducati Marlboro) punya peluang besar setelah uji coba simulasi lomba malam hari di Sirkuit Losail, pekan lalu.

Kandidat pemenang lainnya adalah rookie Jorge Lorenzo (Fiat Yamaha), yang bersaing ketat saat uji coba dengan Stoner, Andrea Dovizioso (Jia Scot Honda Team), Randy De Puniet (Honda LRC), serta duet pembalap tim Repsol Honda, mantan juara dunia 2006 Nicky Hayden dan Dani Pedrosa, kemudian Anthony West (Kawasaki Racing Team) serta Chris Vermeulen (Rizla Suzuki).

Mantan juara dunia 5 kali kelas MotoGP Valentino Rossi (Fiat Yamaha) tak termasuk kandidat juara di Qatar karena performa “The Doctor” selama tes di berbagai sirkuit kurang meyakinkan. Di Qatar, Rossi hanya menempati urutan ke-10. Hasil buruk bagi Rossi yang tahun ini sudah dipenuhi permintaannya oleh tim Fiat Yamaha memakai ban Bridgestone, merek ban buatan Jepang yang sukses mengantar Stoner jadi juara dunia MotoGP 2008 dengan motor Ducati.

Penggantian ban dari Michelin ke Bridgestone hingga tes terakhir ternyata tidak banyak membantu Rossi. Bahkan, ia mengeluhkan bedanya karakter ban Bridgestone dibandingkan dengan Michelin sehingga ia harus mengubah gaya membalapnya.

Bagi tim Fiat Yamaha yang resminya memakai ban Michelin seperti digunakan Jorge Lorenzo, memakai 2 merek ban dalam 1 tim sebenarnya amat merepotkan bagi kinerja tim. Selain tak lazim, juga pertama kali terjadi suatu tim MotoGP memakai 2 merek ban berbeda.

Akibatnya paddock tim Fiat Yamaha di setiap seri GP harus disekat jadi dua agar teknisi ban Bridgestone dan Michelin bisa kerja tenang, tanpa ada rahasia teknis yang bocor. Namun, kekompakan tim jadi tanda tanya.

Tahun ini, dari sisi teknis, para pembalap dan tim pabrikan sudah bisa adaptasi dengan mesin baru MotoGP 800 cc yang mulai digunakan 2007. Namun, mereka akan mendapat tantangan teknis lainnya terlebih bagi para pembalap kawakan.

Penggunaan alat elektronik traction control yang menjaga keseimbangn putaran ban depan dan belakang agar sama (menghindari slip) kini semakin canggih dan digunakan semua tim.

Dengan kemampuan mesin MotoGP 800 cc terus meningkat, penggunaan traction control ini akan membuat para pembalap muda semakin mudah mengendalikan motornya di tikungan, namun justru jadi kendala bagi beberapa pembalap senior seperti Rossi yang sudah terbiasa mengandalkan skill murni di tikungan ketimbang bantuan perangkat elektronik.

Rossi sejak awal tes MotoGP 2008 sudah mengeluhkan pemakaian traction control yang dianggapnya mengurangi adu kemampuan skill pembalap yang sebenarnya.

“Dengan alat bantu itu, skill jadi kurang berperan. Traction control memang lebih mudah diadaptasi para pembalap muda untuk cepat menyesuaikan diri dengan motor MotoGP yang tenaganya jauh lebih besar dari 250 cc. Namun, bagi kami yang sudah senior, alat itu justru menghambat improvisasi kelebihan skill. Seharusnya, alat ini dilarang seperti di F1 yang tahun ini justru melarang penggunaan traction control agar adu skill kembali jadi kunci untuk memenangi lomba,” ujar Rossi pada rilis yang dikirim tim Fiat Yamaha pada Gelora.

Namun, keputusan sudah dibuat, kalaupun ada perubahan harus menunggu sampai musim depan. Bagi Rossi, ini adalah tahun persimpangan jalan bagi kariernya di MotoGP. It is now or never, gagal lagi berarti habislah era Rossi.

Kalah 2 musim beruntun dari Nicky Hayden (Repsol Honda) 2006 dan Casey Stoner (Ducati Marlboro) serta Dani Pedrosa (Repsol Honda) 2007 menjadi peringatan bagi “The Doctor”. Persaingan semakin ketat dan untuk bisa mengalahkan para pembalap muda semakin sulit.

Pesaing Rossi bukan hanya Stoner, Pedrosa, dan Randy de Puniet, tiga pembalap muda yang kini memasuki tahun ketiga di MotoGP. Tahun ini ditambah Jorge Lorenzo (Fiat Yamaha) dan Andrea Dovizioso (JIA Scot Honda) yang tahun lalu mendominasi GP 250 cc serta James Toseland (Yamaha Tech-3) juara Superbike 2007.

Persaingan paling ketat diperhitungkaan akan terjadi antara Ducati Marlboro dan Repsol Honda, serta Fiat Yamaha. Bagi Ducati, lawan yang paling dikhawatirkan adalah Repsol Honda yang secara teknis mengalami kemajuan pesat pada 5 seri teraakhir 2008 selalu merebut pole position sejak MotoGP Portugal. Bahkan, pada seri terakhir MotoGP Valencia, gelar juara direbut Dani Pedrosa (Repsol Honda). Honda RC212V waktu itu mampu melewati Ducati Desmosedici GP7 di lintasan lurus. Ini adalah pertama kalinya Honda mampu lebih cepat di lintasan lurus mengalahkan Ducati.

Manajer tim Ducati, Livio Suppo mengakui, Honda adalah pabrik motor terbesar di dunia dengaan dukungan dana dan sumber daya manusia yang berlimpah. “HRC tak mungkin membuat kesalahan 2 kali. Kesalahan 2007 pasti mereka perbaiki di 2008 dan tak akan mudah bagi Ducati untuk unggul telak seperti pada tahun 2007,” kata Livio Suppo.

Kita tunggu aksi para pembalap muda menghadapi para pembalap senior kawakan di MotoGP Qatar. (BK)***

One Response to “Sejarah Baru, Tantangan Baru”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: